Meritagehighlands.com – Pemerintah China menekankan pentingnya stabilitas di Iran dan menyerukan penyelesaian masalah melalui dialog. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam sebuah konferensi pers di Beijing pada 23 Januari 2026. Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan ketidakpastian mengenai situasi di Iran, menyebut adanya “kekuatan besar” yang menuju ke negara tersebut.
Trump, dalam sebuah jumpa pers di atas Air Force One, menggambarkan bahwa AS memiliki armada besar yang dikirim ke kawasan tersebut. Ia menegaskan, meskipun kekuatan militer telah dikerahkan, ia berharap tindakan tersebut tidak perlu dilakukan. Trump menambahkan bahwa pemerintah AS akan terus memantau aktivitas Iran, termasuk perkembangan program nuklir yang menjadi perhatian utama.
Sebelumnya, Trump memperingatkan Iran agar tidak melanjutkan program nuklirnya, menegaskan bahwa setiap pelanggaran dapat memicu respons militer. Ia mengklaim bahwa Iran menghentikan rencana eksekusi terhadap para pengunjuk rasa setelah ia mengeluarkan peringatan. Gelombang protes yang melanda Iran sejak 28 Desember lalu dipicu oleh kondisi ekonomi yang memburuk, dengan inflasi dan penurunan nilai mata uang.
Sementara itu, pejabat Iran menuduh AS dan Israel mendukung apa yang mereka sebut sebagai “perusuh bersenjata” yang melakukan serangan di berbagai tempat. Namun, Washington membantah tuduhan tersebut. Ketegangan ini mencerminkan kompleksitas situasi geopolitik di kawasan, di mana intervensi militer dan dialog diplomatik saling berhadapan dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.