Site icon meritagehighlands.com

YouTuber Bigmo Terima Banyak Kecaman dari Publik

Meritagehighlands.com – YouTuber Muhammad Jannah, yang dikenal dengan nama Bigmo, menghadapi kecaman yang signifikan setelah ia mengajak anak di bawah umur untuk mempromosikan liquid vape selama siaran langsung di saluran YouTube-nya. Insiden ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya, menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak atas potensi eksploitasi anak dalam konten digital.

Aksi kontroversial ini terjadi saat Bigmo melakukan siaran langsung, di mana ia terlihat mendatangi seorang penjual liquid vape dan melibatkan beberapa anak kecil dalam promosi, dengan tujuan untuk menampilkan produk vape di hadapan audiens. Polisi, melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima laporan terkait dugaan eksploitasi anak dan kini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, juga menggarisbawahi seriusnya pelanggaran tersebut, menyerukan agar akun YouTube Bigmo diblokir. Sahroni mencatat bahwa melibatkan anak-anak dalam promosi rokok elektrik adalah pelanggaran hukum yang tidak dapat dianggap remeh. Ia mengecam praktek yang dapat membahayakan kesehatan generasi muda dan menyerukan agar platform media sosial lebih ketat dalam mengawasi konten yang melibatkan anak.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menuntut tindakan tegas dari aparat hukum, menekankan bahwa anak-anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, jauh dari pengaruh buruk seperti promosi produk berbahaya. KPAI mencatat adanya perubahan dalam strategi pemasaran produk tembakau melalui media sosial yang semakin marak, berpotensi membentuk pola perilaku berbahaya di kalangan anak-anak.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga bereaksi dengan mengeluarkan surat teguran kepada YouTube untuk mengambil tindakan segera terhadap konten yang melanggar hak anak. Jika tidak ada tindakan nyata dari pihak YouTube, Komdigi mengancam akan memberikan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku. Kejadian ini menggambarkan tantangan serius dalam perlindungan anak di era digital, yang memerlukan kerjasama dari semua pihak.

Exit mobile version