Meritagehighlands.com – Warga Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, mengalami dampak signifikan akibat banjir yang mengakibatkan kehilangan tempat tinggal dan sumber penghasilan. Dalam kondisi memprihatinkan menjelang bulan suci Ramadhan 2026, mereka meminta bantuan benih palawija dan pakaian Muslim untuk kembali melaksanakan aktivitas pertanian dan ibadah.
Kepala Desa Sekumur, Sofyan Iskandar, menyatakan kebutuhan mendasar warga desa ini adalah bibit pertanian, seperti kangkung dan padi, setelah kebun sawit dan karet mereka hancur akibat banjir. “Kami berharap pemerintah dapat menyalurkan bantuan bibit agar masyarakat dapat bercocok tanam dan tidak terus bergantung pada bantuan,” paparnya saat ditemui.
Sekitar 276 kepala keluarga dengan 1.232 jiwa terdampak, dan desa ini ditetapkan sebagai kampung hilang setelah permukiman hampir seluruhnya tersapu banjir. Saat ini, masyarakat bertahan di tenda pengungsian dengan logistik yang terbatas.
Selain kebutuhan pertanian, warga juga mendesak perlunya pakaian Muslim untuk ibadah di bulan Ramadhan. Sofyan menekankan pentingnya persiapan spiritual di tengah keterbatasan. “Kami ingin menyambut Ramadhan dengan layak,” ujarnya.
Pembersihan pascabanjir telah dimulai dengan dukungan alat berat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan BNPB untuk membuka akses jalan dan membersihkan bangunan vital. Dalam jangka panjang, pemerintah desa berharap pembangunan hunian sementara dapat segera diwujudkan agar warga tidak menjalani Ramadhan di tenda.
Sementara itu, Amhar, salah satu warga desa, menceritakan detik-detik bencana saat air mulai menggenangi rumahnya. Kini, ia berharap listrik dan infrastuktur lainnya dapat segera dipulihkan untuk mendukung aktivitas dan ibadah masyarakat.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/01/FB21744D-932B-46D0-8215-540DC0FBF6A7.jpeg)