Meritagehighlands.com – Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menegaskan potensi besar Indonesia dalam industri halal yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dalam sebuah acara di Jakarta, ia menjelaskan bahwa kekuatan ini berasal dari pertumbuhan industri nasional yang pesat, populasi Muslim yang besar, serta kebutuhan produk halal yang meningkat secara signifikan di dalam negeri.
Faisol memaparkan bahwa konsumsi umat Muslim di seluruh dunia dalam berbagai sektor ekonomi syariah diproyeksikan mencapai 2,6 triliun dolar AS pada tahun 2024 dan diperkirakan tumbuh menjadi 3,56 triliun dolar AS pada tahun 2029. Dengan 248,6 juta jiwa atau sekitar 87,13 persen dari total populasi Indonesia yang beragama Islam, negara ini memiliki keunggulan kompetitif yang jelas dalam rantai nilai halal global.
Dengan jumlah konsumsi rumah tangga mencapai Rp12.834 triliun, Faisol mencatat potensi belanja masyarakat Muslim di Indonesia dapat mencapai Rp11.182 triliun. “Tingginya permintaan produk halal merupakan peluang strategis untuk mendorong kapasitas produksi dalam negeri, memperkuat rantai pasok, serta meningkatkan penggunaan komponen lokal,” katanya.
Kemenperin juga tengah mempersiapkan industri kecil untuk memenuhi kewajiban sertifikasi halal yang akan diberlakukan pada Oktober mendatang. Faisol menegaskan bahwa meskipun industri besar tidak menghadapi hambatan serius, industri kecil memerlukan dukungan lebih dalam proses sertifikasi. Untuk itu, upaya pendampingan dan sosialisasi telah dilakukan agar seluruh pelaku usaha dapat menghadapi tantangan ini.
Pemerintah, melalui Kemenperin, akan berkoordinasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk memastikan bahwa proses sertifikasi berjalan dengan lancar, sehingga industri kecil dapat turut berkontribusi dalam dominasi pasar halal global.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-18-at-14.13.20_edit_298586319530478.jpg)