Meritagehighlands.com – Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memicu perhatian, setelah insiden yang terjadi di Grobogan dan Mojokerto melibatkan ratusan siswa. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut, di mana 803 siswa di Grobogan dan 411 siswa di Mojokerto terpaksa dirawat akibat keracunan.
Yahya menyoroti bahwa lemahnya pengawasan dari Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi salah satu penyebab masih terjadinya kasus keracunan. Meskipun BGN telah menetapkan target “zero accident” pada tahun 2026, insiden ini menunjukkan adanya celah dalam pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Dalam pernyataannya, Yahya meminta diambilnya tindakan tegas terhadap SPPG yang terbukti lalai dalam menjalankan SOP. Menurutnya, sanksi yang tepat diperlukan sebagai bentuk evaluasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Ia merekomendasikan agar BGN memberikan sanksi berupa pemberhentian sementara terhadap SPPG yang tidak mematuhi ketentuan.
Lebih jauh, Yahya menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat dengan melibatkan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan efektivitas pengawasan terhadap SPPG. Ia juga mendorong BGN untuk mengadakan pertemuan rutin secara daring dengan SPPG, guna meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam pelaksanaan SOP.
Insiden keracunan MBG ini menggarisbawahi perlunya perbaikan sistem pengawasan dan penegakan aturan dalam penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak di berbagai wilayah.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/01/ketua-dpp-golkar-bidang-organisasi-yahya-zaini_169.jpeg)