Site icon meritagehighlands.com

Teror Mengancam Perayaan Hanukkah Yahudi di Bondi Beach Australia

[original_title]

Meritagehighlands.com – Serangan teror mengincar komunitas Yahudi di Bondi Beach, Australia, pada 13 Desember 2025, menewaskan sekitar 15 orang saat mereka merayakan Hanukkah, sebuah perayaan yang melambangkan cahaya dan ketahanan. Insiden ini sangat mengejutkan, mengingat Australia dikenal sebagai negara multikultural yang relatif aman.

Dua tersangka, yang diduga ayah dan anak, diidentifikasi memiliki hubungan dengan ISIS. Peristiwa tragis ini disaksikan melalui siaran langsung media internasional, termasuk CNN dan BBC, oleh Ridwan al-Makassary, Direktur Center of Muslim Politics and World Society (COMPOSE) UIII dan alumni Program Doktoral LPDP dari University of Western Australia.

Al-Makassary menekankan bahwa serangan terhadap kaum beragama, termasuk komunitas Yahudi, tidak bisa diterima. Penyerangan ini bukan sekadar tindakan kriminal, melainkan merupakan peringatan akan bahayanya kebencian yang tidak dibendung, yang dapat merusak norma dan menciptakan ketidakpercayaan sosial. Beliau juga mencatat bahwa meski banyak negara mengklaim penerapan multikulturalisme, kekerasan berbasis identitas masih dapat terjadi, menunjukkan bahwa netralitas hukum tidak menjamin keberagaman sosial yang harmonis.

Bondi Beach, yang dikenal sebagai tempat terbuka dan inklusif, seharusnya menjadi ruang pertemuan identitas tanpa rasa curiga. Namun, serangan ini menunjukkan bahwa siapa pun yang tampil dengan identitas tertentu berisiko menjadi korban. Dalam konteks ini, serangan pada komunitas Yahudi selama momen sakral seperti Hanukkah melampaui isu keamanan, menggugah pertanyaan tentang nilai-nilai kemanusiaan dan hak untuk hadir di ruang publik.

Kekerasan ini menandai tantangan bagi norma-norma sosial dan mengingatkan kita akan pentingnya menjaga dialog antaragama serta nilai-nilai kemanusiaan di masyarakat multikultural.

Exit mobile version