Site icon meritagehighlands.com

SPPG Boros Rp 1 T Per Bulan, PDIP Sarankan MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah

[original_title]

Meritagehighlands.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan, mengenai adanya pembengkakan ribuan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Charles menilai perlunya menghentikan sementara program tersebut, terutama saat libur sekolah, untuk memastikan evaluasi tata kelola yang lebih baik.

Charles menjelaskan, potensi pemborosan hingga Rp 1 triliun per bulan adalah masalah serius yang harus dihadapi pemerintah, terutama dalam kondisi fiskal yang menekan. Dia menganggap bahwa periode libur sekolah mendatang merupakan kesempatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut. Dalam evaluasi ini, pemerintah diharapkan dapat menilai aspek keberhasilan dan perbaikan yang perlu dilakukan pada program MBG.

Komisi IX DPR juga mendorong pemerintah untuk melakukan audit pada semua dapur SPPG. Ini penting untuk menjamin keamanan pangan serta kualitas makanan yang disajikan. Charles menekankan bahwa lebih dari 40 ribu anak telah menjadi korban keracunan makanan dalam pelaksanaan program ini, sehingga keselamatan dan kualitas layanan harus menjadi prioritas utama. Dia menegaskan bahwa dapur yang tidak memenuhi standar harus ditutup secara permanen, bukan sekadar diberi teguran.

Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa terdapat lebih dari 13 ribu titik SPPG yang mengalami pembengkakan. Pembangunan ini, menurutnya, mencakup dapur di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, serta mencadangkan 2.000 titik di kawasan 3T. Namun, hasil penelitiannya menunjukkan jumlah titik melebihi proyeksi awal, yang menimbulkan kecurigaan terjadi praktik jual beli titik dapur.

Dengan berbagai masalah yang terungkap, Charles Honoris berharap evaluasi ini dapat menghasilkan program yang tak hanya memperhatikan kuantitas penerima manfaat, tetapi juga kualitas dan efektivitas penggunaan anggaran.

Exit mobile version