15 January 2026 – Sejumlah desa di Indonesia masih tergenang banjir hingga hari ini. Data terkini mencatat sedikitnya 23 desa terdampak akibat luapan sungai dan tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah.
Banjir dilaporkan merendam permukiman warga dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter. Beberapa desa berada di wilayah dataran rendah dan bantaran sungai sehingga air sulit surut. Aktivitas warga terganggu, termasuk akses jalan desa dan kegiatan ekonomi harian.
Berdasarkan laporan lapangan dari aparat setempat dan pemantauan kebencanaan nasional, sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Fasilitas umum seperti sekolah dasar, balai desa, serta lahan pertanian ikut terdampak. Sawah yang baru ditanami dilaporkan terendam, memicu kekhawatiran akan potensi gagal panen.
Pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan badan penanggulangan bencana daerah telah menyalurkan bantuan darurat. Bantuan tersebut meliputi logistik pangan, selimut, obat-obatan, serta pendirian posko siaga banjir. Petugas juga melakukan pemantauan debit air sungai secara berkala.
BNPB mengimbau masyarakat di desa terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi. Warga diminta mengikuti arahan petugas dan segera melapor jika kondisi air meningkat.
Hingga laporan ini disusun, upaya penanganan masih terus berlangsung. Pemerintah daerah fokus pada keselamatan warga, percepatan surutnya genangan, serta pendataan kerusakan sebagai dasar penanganan lanjutan di wilayah terdampak di Indonesia.
