Meritagehighlands.com – PSIM Yogyakarta memanfaatkan masa jeda internasional lebih dari dua pekan untuk melakukan evaluasi tim. Manajer tim, Iksan Mahar, menyatakan bahwa evaluasi penting dilakukan setelah tim mengalami hasil kurang memuaskan dalam tiga pertandingan awal BRI Super League musim ini. Dalam ketiga pertandingan tersebut, PSIM hanya mengumpulkan satu poin melalui hasil imbang dengan Persita Tangerang, dan harus menelan dua kekalahan dari Persebaya Surabaya dan Madura United.
Iksan menjelaskan bahwa manajemen klub dan pelatih sepakat untuk melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. “Kami perlu melakukan reset agar tim dapat kembali bermain maksimal, terutama saat menghadapi Persija Jakarta pada 10 Oktober mendatang,” ungkapnya.
Sejak 18 September lalu, PSIM telah diliburkan dan dijadwalkan kembali berkumpul pada 26 September. Keputusan ini diambil mengingat adanya jeda internasional FIFA Matchday, memberikan waktu yang cukup bagi tim untuk mempersiapkan diri sebelum melanjutkan kompetisi. Iksan menekankan pentingnya waktu ini untuk memperbaiki performa tim yang saat ini berada di peringkat ke-14 klasemen sementara Super League dengan satu poin, hanya unggul satu poin dari zona degradasi.
Menjelang pertandingan selanjutnya, manajemen berharap target peningkatan performa dapat tercapai sehingga PSIM mampu meraih hasil lebih baik saat kembali bertanding. Kesiapan tim dan strategi yang tepat akan menjadi kunci dalam upaya menghindari ancaman degradasi di musim ini.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/09/madura-united-menang-lawan-psim-2866580.jpg)