Meritagehighlands.com – Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak pencabutan semua hambatan yang diberlakukan oleh Israel agar implementasi tahap kedua gencatan senjata di Gaza dapat berjalan dengan efektif. Hal ini disampaikan dalam pidato Perdana Menteri Palestina, Mohammed Mustafa, pada KTT Uni Afrika di Ethiopia.
Abbas menegaskan bahwa hambatan yang ada mengganggu operasional komite teknokratik yang bertugas mengawasi tata kelola harian di Gaza. Ia menekankan pentingnya penghapusan hambatan tersebut untuk memastikan kelancaran pelayanan publik, koordinasi upaya kemanusiaan, dan pemulihan yang cepat pasca-konflik.
Sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku pada bulan Oktober, lebih dari 500 warga Palestina dilaporkan tewas, menunjukkan adanya pelanggaran serius atas kesepakatan tersebut. Abbas mengkritik Israel yang terus melakukan tindakan yang bisa mengancam keberlangsungan gencatan senjata dan pelaksanaan fase kedua kesepakatan.
Tahap kedua perjanjian itu meliputi penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza dan pelucutan senjata Hamas, dengan pengawasan pasukan stabilisasi internasional. Meski demikian, Hamas telah menyatakan ketidakpastian mengenai pelucutan senjatanya kepada pemerintah Palestina di masa depan.
Saat ini, militer Israel masih menguasai lebih dari setengah Jalur Gaza, sementara komite teknokratik yang terdiri dari 15 ahli Palestina belum bisa memasuki Gaza, meskipun perlintasan Rafah telah dibuka sebagian. Pejabat tinggi untuk Gaza yang ditunjuk oleh pemerintahan sebelumnya Amerika Serikat, Nickolay Mladenov, mencatat bahwa beberapa syarat harus dipenuhi sebelum anggota komite dapat masuk.
Pernyataan Abbas menggambarkan kecemasan otoritas Palestina mengenai risiko terhambatnya gencatan senjata, terutama mengingat kondisi kemanusiaan di Gaza yang terus memburuk.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/02/1771157866_5f49325639c92e42c863.jpg)