Meritagehighlands.com – Pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di kawasan transmigrasi memerlukan dukungan signifikan dari ilmu pengetahuan dan teknologi, menurut Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Dalam sebuah acara pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta pada Rabu, Iftitah menekankan bahwa keberadaan sumber daya manusia (SDM) unggul adalah kunci untuk mendorong perkembangan kawasan tersebut.
Iftitah menjelaskan bahwa pemerintah berkolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai upaya untuk menghadirkan SDM yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan mendorong kemajuan. “Pemerintah akan memfasilitasi kehadiran SDM di kawasan-kawasan yang sangat membutuhkan,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan pembekalan ini sebagai langkah awal, bukan sekadar simbolis.
Peserta Tim Ekspedisi Patriot, yang terdiri dari 1.476 anggota dalam 246 tim, akan bertugas selama empat bulan di 53 kawasan transmigrasi, termasuk 41 kawasan prioritas nasional dan 10 kawasan di Papua. Dari lebih dari 10 ribu pendaftar, 246 ketua tim dan 1.230 anggota telah terpilih dan terdaftar melalui perguruan tinggi mitra.
Program ini merupakan kelanjutan dari pengabdian sebelumnya dan bertujuan untuk menindaklanjuti hasil riset serta merintis produk unggulan melalui penerapan ilmu pengetahuan dan inovasi. Iftitah berharap peserta dapat beradaptasi dengan masyarakat setempat dan fokus pada pencapaian dampak nyata, dengan menghindari perdebatan yang tidak produktif. Upaya ini merupakan bagian dari inisiatif Transmigrasi Patriot dalam agenda Kementerian Transmigrasi untuk menghubungkan ilmu pengetahuan dengan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di kawasan transmigrasi.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/07/20260729_073701.jpg)