Meritagehighlands.com – PT Pertamina Patra Niaga menunjukkan komitmennya dalam pelestarian keanekaragaman hayati melalui kegiatan konservasi penyu di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Acara yang bertajuk “Singgah di Samudra” ini dilakukan di Desa Gajahrejo, sebagai bagian dari program community involvement development (CID) Fuel Terminal (FT) Malang, yang dikenal juga sebagai Ibu Kota Penyu.
Menurut VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, kegiatan ini merupakan respons terhadap penurunan populasi penyu di Pantai Bajulmati dan Modangan. Sejak tahun 2020, wilayah tersebut telah menjadi lokasi pendaratan alami bagi lima dari tujuh spesies penyu yang ada di dunia. Dari tahun 2024 hingga 2025, Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) mencatat lebih dari 14.000 tukik telah dilepasliarkan, hasil dari 19.102 butir telur penyu yang ditetaskan.
Kegiatan “Singgah di Samudra” tidak hanya fokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Di dalam acara ini terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan, termasuk “Sekolah Alam Pesisir”, pameran diorama yang menggunakan limbah kertas, aktivitas “Titip Cerita untuk Samudra”, serta pelepasliaran 1.500 tukik lekang dan satu ekor penyu dewasa yang telah direhabilitasi. Acara ini melibatkan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Perhutani, pemerintah desa, serta komunitas lokal dengan dihadiri sekitar 200 peserta.
Melalui program Ibu Kota Penyu, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk memperkuat konservasi habitat penyu dan kolaborasi dengan berbagai pihak guna menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir di Malang Selatan. Kitty Andhora menegaskan bahwa program ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/07/1000394144.jpg)