Meritagehighlands.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KemenESDM) mengungkapkan bahwa B50, jenis biosolar, telah berhasil melewati uji ketahanan selama 1.000 jam di tiga lokasi pertambangan. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa hasil pengujian menunjukkan kinerja yang baik tanpa ada kendala yang terjadi. Proses uji coba ini berlangsung selama enam bulan secara intensif dan melibatkan kerjasama para pengusaha tambang.
Eniya juga merinci bahwa filter mesin yang biasanya memerlukan penggantian setelah 250 jam dapat bertahan hingga 500 jam saat menggunakan B50. Sebelum penerapan mandatori B50 secara luas, KemenESDM telah melakukan uji coba pada berbagai jenis kendaraan, termasuk mobil pribadi dan umum, serta mesin pembangkit. Semua pengujian dilakukan secara transparan, melibatkan semua pihak terkait.
Dalam pengujian ini, beberapa kendaraan mampu menempuh jarak hingga 50 ribu kilometer, sementara mobil yang lebih tua mampu mencapai 37 ribu kilometer sebelum filter perlu diganti, yang jauh lebih lama dibandingkan dengan penggantian yang umumnya dilakukan setiap 10 ribu kilometer. Hal ini menunjukkan potensi efisiensi dan keamanan penggunaan B50.
Dengan hasil positif ini, Kementerian ESDM berkomitmen untuk mendorong penggunaan B50 lebih luas lagi, yang diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Pengembangan ini diharapkan bisa berkontribusi pada penghematan devisa negara dengan total sekitar Rp170 triliun.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/09/rdp-komisi-xii-dpr-bahas-b50-dan-e10-2859475.jpg)