Meritagehighlands.com – Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon, menanggapi isu yang menyebutkan Presiden Prabowo Subianto berupaya menghidupkan militerisme. Fadli menegaskan bahwa Prabowo bukan sosok yang memiliki niat tersebut, melainkan ia memilih jalur demokrasi untuk membangun partai politik dan mengikuti kontestasi politik di Indonesia selama lebih dari tiga dekade.
Dalam pernyataan kepada media pada Selasa, 6 Januari 2025, Fadli menggarisbawahi bahwa Prabowo fokus pada kesejahteraan rakyat. Dia menggambarkan Prabowo sebagai seorang pemimpin yang kuat yang selalu mengutamakan kebaikan bagi masyarakat. “Saya menjadi saksi perjalanan itu dan saya percaya bahwa yang dipikirkan Prabowo adalah kesejahteraan rakyat dan cara yang lebih efisien untuk merealisasikannya,” jelasnya.
Fadli juga menekankan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak sama dengan militerisme atau kediktatoran. Pernyataan ini muncul setelah Prabowo menyikapi kritik yang menyebutnya ingin menghidupkan kembali suasana militeristik, terutama saat berbicara dalam acara Natal Nasional yang diadakan di Tennis Indoor, Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 5 Januari 2025. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengisyaratkan bahwa kritik tersebut harus diterima, bahkan dianggap sebagai masukan yang bernilai.
Prabowo juga menyebutkan pentingnya mendengarkan pandangan para ahli hukum untuk memahami batasan kepemimpinan yang otoriter. Ia menyatakan rasa syukur kepada kritik yang dilontarkan kepadanya, dan menegaskan bahwa setiap masukan harus ditanggapi dengan sikap terbuka.
Informasi ini mencerminkan pandangan Fadli Zon dan Prabowo Subianto mengenai kepemimpinan di tengah kondisi sosial dan politik yang dinamis.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/01/fadli-zon-laily-rachev-biro-pers-sekretariat-presiden-1762350255042_169.jpeg)