Site icon meritagehighlands.com

Pembubaran Nobar Film Pesta Babi Dinilai Batasi Kebebasan

[original_title]

Meritagehighlands.com – Pembubaran acara nonton bareng (nobar) film dokumenter “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” oleh aparat TNI menuai kritik dari legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira. Ia menilai tindakan tersebut melanggar hak konstitusional warga negara dan merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap kebebasan berekspresi.

Andreas, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XIII DPR, berpendapat bahwa kegiatan pemutaran film harus dilindungi sebagai hak masyarakat untuk menikmati seni dan mengungkapkan pendapat. Ia menegaskan bahwa intervensi militer dalam kegiatan yang seharusnya berlangsung secara damai adalah tindakan yang berlebihan dan tidak proporsional. “Keterlibatan TNI dalam membubarkan nobar di Kota Ternate dan daerah lain merupakan upaya menodai hak warga untuk mengeksplorasi dan menikmati karya seni yang juga mengkritisi kebijakan pemerintah,” ujar Andreas pada Senin, 11 Mei 2026.

Kritik semakin mendalam ketika Andreas mempertanyakan logika di balik pembubaran tersebut. “Mengapa pemutaran film seni harus dihadang oleh militer? Apakah ini dianggap sebagai ancaman bagi pertahanan negara?” tambahnya. Ia menekankan bahwa tindakan semacam ini justru dapat memicu reaksi sebaliknya dari masyarakat, yang kemungkinan besar akan semakin memperkuat semangat untuk berekspresi.

Melalui pernyataan ini, Andreas berharap akan adanya pengakuan terhadap pentingnya kebebasan berekspresi dan seni sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Ia mendorong pemerintah untuk menjaga ruang bagi warganya untuk mengungkapkan pendapat serta menikmati karya seni tanpa intimidasi.

Exit mobile version