Meritagehighlands.com – Dugaan pelecehan yang melibatkan seorang guru di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Pasar Rebo, Jakarta Timur, telah memicu demonstrasi oleh pelajar. Aksi tersebut berlangsung pada Senin, 9 Februari, sebagai bentuk protes dan solidaritas terhadap siswa yang diduga menjadi korban pelecehan.
Para pelajar membawa berbagai poster dan memberikan orasi, menuntut keadilan serta transparansi dalam penanganan kasus ini. Mereka mendesak pihak sekolah dan aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan menyeluruh mengenai dugaan pelecehan yang ditujukan kepada siswi. Aksi ini juga dihadiri oleh sejumlah alumni yang menyuarakan pengalaman serupa, menunjukkan bahwa dugaan pelecehan ini bukanlah hal baru.
Wanda Al-Fathi Akbar, kuasa hukum yang mewakili salah satu korban berinisial N, menginformasikan bahwa dugaan ini melibatkan lebih dari dua siswi. Menurutnya, banyak korban sebelumnya tidak berani berbicara karena ketakutan. Namun, setelah salah satu korban berani melapor ke pihak kepolisian, informasi mengenai korban lain mulai bermunculan. Kasus ini saat ini masih dalam tahap penyelidikan di Polres Metro Jakarta Timur dan diharapkan segera naik ke tahap penyidikan.
Di samping melapor ke polisi, kuasa hukum juga sudah mendatangi sekolah untuk meminta klarifikasi mengenai status oknum guru yang terlibat. Mereka menegaskan pentingnya keterlibatan pihak sekolah dalam pengawasan proses hukum yang berjalan.
Wanda menjelaskan bahwa bentuk pelecehan yang terjadi termasuk percakapan tidak pantas di grup WhatsApp, yang melibatkan oknum guru membahas fisik para siswi secara merendahkan. Meskipun bukti yang ada saat ini masih terbatas pada dugaan pelecehan verbal, informasi dari rekan-rekan korban menunjukkan adanya dugaan pelecehan fisik yang lebih serius.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/02/1195205515_169.jpeg)