Site icon meritagehighlands.com

Pangeran Mohammed bin Salman Minta AS Bantu Serang Houthi

[original_title]

Meritagehighlands.com – Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, baru-baru ini meminta bantuan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk melancarkan serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman. Permintaan ini disampaikan dalam dua kali telepon pada hari Kamis. Sumber dari pejabat AS mengungkapkan bahwa Trump menolak permohonan tersebut dan menyatakan bahwa pemerintahannya tidak berniat mengambil tindakan militer langsung terhadap Houthi saat ini.

Laporan ini muncul pada hari Jumat, sebelum berita dari AFP yang menyebut bahwa Houthi telah berhasil menguasai sebuah pulau strategis di Laut Merah, yang terletak di jalur pelayaran Bab al-Mandeb. Hal ini memaksa militer Yaman yang didukung Arab Saudi untuk mundur, menandakan keberhasilan Houthi dalam memperluas wilayah kekuasaannya.

Perubahan pendekatan Arab Saudi, dari semula menghadapi Houthi secara mandiri menjadi lebih aktif mencari dukungan AS, menunjukkan kecemasan Riyadh terhadap perkembangan ini. Pejabat militer dan sipil AS telah menegaskan kepada Riyadh bahwa fokus Trump adalah pada isu Iran dan Selat Hormuz, alih-alih membuka front konflik baru di Yaman.

Mohammed bin Salman menginformasikan kemajuan Houthi yang berbahaya menuju kota pelabuhan Mocha dalam teleponnya kepada Trump. Houthi yang didukung Iran kemudian merebut kota tersebut, meningkatkan posisi mereka di Selat Bab al-Mandeb, salah satu jalur pelayaran terpenting dunia. Meskipun Trump menolak permintaan serangan, AS berjanji akan memberikan data intelijen terkait Houthi kepada Arab Saudi. Saat ini, terdapat sekitar 200 personel militer AS di Arab Saudi untuk mendukung keamanan wilayah tersebut.

Exit mobile version