Meritagehighlands.com – Pengembangan varietas padi organik unggul baru, PS-08, di Kabupaten Pandeglang, diharapkan dapat menjadikan Provinsi Banten sebagai salah satu lumbung pangan nasional yang mandiri dan bebas dari tengkulak. Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Aji, pada acara di Serang, Jumat, menekankan potensi besar varietas ini untuk dikembangkan di daerah tersebut, berkat kesesuaian dengan kondisi lahan yang subur.
Saat ini, padi varietas PS-08 sedang dalam tahap sertifikasi, yang ditargetkan selesai dalam dua bulan ke depan. Oleh karena itu, benih ini belum diperjualbelikan secara umum dan hanya digunakan oleh kelompok tani binaan yayasan. Dalam proses pengembangannya, yayasan menciptakan kemitraan terpadu dengan petani, yang mencakup penyaluran benih, pupuk, dan pendampingan budidaya intensif.
Hasil panen padi PS-08 akan dibeli langsung oleh yayasan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sebuah langkah strategis yang diyakini dapat menghentikan praktik tengkulak yang merugikan petani. Gubernur Banten, Andra Soni, memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan varietas ini di lahan seluas 1.500 hektare di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, dan mengajak semua pihak untuk sinergi dalam mencapai swasembada pangan.
Sebagai tindak lanjut dari keberhasilan panen PS-08, pihak yayasan juga berencana membangun industri penggilingan padi (Rice Milling Unit) di Kabupaten Pandeglang pada tahun ini. Rencana tersebut bertujuan untuk mempermudah proses pengolahan hasil panen, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Inisiatif ini dianggap sebagai langkah konkret dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian dan mencapai swasembada pangan.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/07/1000860202.jpg)