Site icon meritagehighlands.com

Model AI Cegah Amputasi Kaki pada Pasien Diabetes

[original_title]

Meritagehighlands.com – Pemantauan kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien kini menjadi standar baru dalam penanganan diabetes, khususnya bagi pasien yang berisiko tinggi mengalami amputasi tungkai bawah (LEA). Model kecerdasan buatan, LEA – Neural Network Model (LEA-Net), telah dikembangkan oleh Singapore General Hospital (SGH), SingHealth, dan MOH Office for Healthcare Transformation (MOHT) untuk membantu tenaga medis mendeteksi risiko amputasi lebih dini, sehingga tindakan pencegahan bisa dilakukan sebelum kondisi pasien memburuk.

LEA-Net mampu memprediksi risiko amputasi tungkai bawah hingga tiga hingga lima tahun sebelum timbulnya luka atau infeksi. Dengan demikian, tim medis dapat memberikan intervensi lebih awal, mengurangi kemungkinan kerusakan jaringan permanen. Model ini mampu mengklasifikasikan pasien ke dalam kategori risiko rendah dan tinggi, mendukung prosedur intervensi yang lebih tepat sasaran dan memperpendek waktu tunggu untuk penanganan spesialis vaskular.

Di Singapura, hampir 90% pasien yang mengalami amputasi tungkai bawah diketahui menderita diabetes. Mayoritas kasus amputasi diawali oleh luka pada kaki, yang menyebabkan dampak serius bagi mobilitas dan kesehatan. Rata-rata biaya untuk intervensi awal mencapai US$25.000, sementara penanganan lanjut dapat menelan biaya hingga US$50.000 per pasien.

Sayangnya, banyak pasien diabetes yang baru mencari bantuan medis setelah luka atau infeksi muncul, meningkatkan risiko komplikasi serius. LEA-Net, yang dikembangkan dengan menggunakan data lebih dari 830.000 rekam medis pasien, menunjukkan sensitivitas hampir 80% dan spesifisitas mendekati 90% dalam memprediksi risiko amputasi. Model ini telah dianugerahi “People’s Choice Award” di ICHOM Conference 2025 di Dublin, dan tim pengembang kini sedang melakukan studi percontohan untuk validasi lebih lanjut.

Exit mobile version