Meritagehighlands.com – Kementerian Koperasi mengungkapkan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa dan generasi muda agar dapat menjadikan koperasi sebagai wadah usaha kolektif dan penggerak ekonomi daerah. Koperasi mahasiswa di kampus-kampus diharapkan menjadi laboratorium bagi inovasi bisnis.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa KDKMP dirancang sebagai solusi nyata yang menjawab kebutuhan di lapangan, bukan sekadar sebagai instrumen kebijakan. Program ini berperan penting dalam transformasi ekonomi di desa-desa. Dalam acara talkshow di Universitas Andalas pada 15 September, Ferry menekankan komitmen pemerintah untuk meningkatkan daya saing desa melalui koperasi, sesuai visi Presiden Prabowo Subianto.
Ferry menjelaskan bahwa KDKMP akan bertindak sebagai pusat distribusi barang subsidi dan sebagai offtaker untuk produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa. Dengan demikian, koperasi desa berfungsi tidak hanya sebagai penyalur, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal, turut menyalurkan program-program sosial dari pemerintah, seperti bantuan tunai dan program keluarga harapan.
Kementerian Koperasi juga berkomitmen untuk mendorong digitalisasi dan pengelolaan koperasi agar tidak hanya bergerak dalam simpan pinjam, tetapi juga menjangkau sektor produksi dan industri kreatif. Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi mengapresiasi upaya pemerintah dan berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi dan riset guna mendukung program-program tersebut. Universitas Andalas telah menghasilkan berbagai inovasi, termasuk tinta organik dan produk bioteknologi kesehatan, sebagai kontribusi nyata untuk meningkatkan daya saing ekonomi kerakyatan di Indonesia.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/09/1789493770_a9f44839f09e2c6dc521.jpeg)