Site icon meritagehighlands.com

Menekraf Bersinergi dengan Media Tingkatkan Devisa Ekraf

[original_title]

Meritagehighlands.com – Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia berkomitmen meningkatkan nilai ekonomi dari kekayaan intelektual (intellectual property/IP) produk ekonomi kreatif, dengan tujuan menambah devisa negara. Dalam Forum Redaksi & Aspirasi Media Ekraf (FRAME) yang berlangsung di Jakarta, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya memperkuat IP dalam sektor ekonomi kreatif, yang terbukti berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Acara bertema “United in Ideas, Empowering The Creative Economy” ini dihadiri oleh 30 pimpinan media nasional dan membahas peran vital ekonomi kreatif sebagai pilar perekonomian. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif mencapai Rp1.757,87 triliun dengan pertumbuhan sebesar 6,86 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,11 persen. Riefky mengungkapkan bahwa sektor ini juga menciptakan banyak lapangan pekerjaan bagi generasi muda, di mana sekitar 36,63 persen tenaga kerja di sektor ini berasal dari kalangan milenial dan 26,40 persen dari Gen Z.

Pelaksanaan WCCE 2026 diharapkan menjadi momentum bagi penguatan posisi Indonesia di kancah internasional. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyampaikan bahwa forum ini akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan pelaku bisnis, untuk membahas resolusi yang akan dibawa ke forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dukungan dari pihak media turut mengemuka, di mana Wakil Pemimpin Redaksi TV One, Wahyu Kustyanto, menilai bahwa ekonomi kreatif berpotensi besar untuk menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan langkah strategis ini, diharapkan pemahaman media akan kontribusi ekonomi kreatif semakin meningkat, serta dapat mendukung pertumbuhan ekonomi baru Indonesia secara berkesinambungan.

Exit mobile version