Meritagehighlands.com – Pemulihan Pemerintahan Aceh Tamiang menjadi fokus utama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pascabencana. Ia menegaskan bahwa penugasan di daerah tersebut tak hanya bersifat kemanusiaan, melainkan juga sebagai pengalaman pembelajaran bagi Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri dalam menerapkan ilmu pemerintahan secara langsung di lapangan.
Banjir dan longsor yang menerjang Aceh Tamiang membuat daerah ini salah satu yang paling parah terdampak di Sumatra. Letak geografisnya yang berada di dataran rendah dan dilalui sungai besar menyebabkan banyak air limpahan dari hulu, yang mengakibatkan kerusakan luas, termasuk pada infrastruktur pemerintah.
Dalam kegiatan apel pemulangan personel Satuan Tugas Percepatan Aktivasi Pemerintah dan Pelayanan Publik pada 3 Februari, Tito mendemonstrasikan pentingnya pengalaman lapangan yang didapatkan. Ia menyampaikan bahwa tantangan pemulihan pascabencana mencakup kembalinya fungsi pemerintahan serta pelayanan publik. Ini termasuk memastikan operasional kantor pemerintahan, akses jalan, layanan kesehatan, pendidikan, dan ketersediaan listrik.
Selama sebulan terakhir, gabungan berbagai pihak telah bekerja keras membersihkan sejumlah kantor pemerintahan di Aceh Tamiang untuk memulihkan fungsinya. Tito menekankan bahwa keberhasilan pemulihan sangat bergantung pada seberapa baik pemerintahan dapat beroperasi kembali. Ia berharap semangat gotong royong terus terjaga dalam upaya membangun kembali wilayah tersebut.
Dia mengapresiasi kontribusi Praja IPDN, ASN Kemendagri, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri dalam pemulihan tersebut. Tito menyerukan kepada para ASN untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan tanggung jawab mereka, karena masa depan masyarakat Aceh Tamiang bergantung pada upaya tersebut.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/02/1770216875_a7351499c5d240b16cee.jpg)