Meritagehighlands.com – Zohran Mamdani, Wali Kota New York, menjadi sorotan setelah sebuah petisi yang meminta agar ia tidak menghadiri peringatan serangan 11 September mendapat lebih dari 70.000 dukungan. Tahun ini menandai 25 tahun tragedi yang menewaskan hampir 3.000 orang dan menghancurkan Menara Kembar di New York City. Peringatan tahunan tersebut biasanya diselenggarakan di lokasi monumen yang didirikan di tempat menara berada, dengan kehadiran pejabat lokal dan federal.
Petisi yang diluncurkan oleh sekelompok kerabat korban, menyatakan bahwa alasan penolakan terhadap Mamdani tidak terkait dengan agama, melainkan dengan pandangan kontroversial dan dugaan hubungan dengan kelompok radikal. Dalam beberapa hari, dukungan petisi terus meningkat, mencapai 50.000 tanda tangan pada awal pekan ini dan melampaui 70.000 pada hari Minggu.
Para pemohon mengkritik Mamdani karena dianggap memiliki asosiasi yang meragukan, termasuk hubungan dengan Imam radikal Brooklyn, Siraj Wahhaj, serta penunjukan Ramzi Kassem, yang pernah mewakili teroris dalam kasus Al-Qaeda. Petisi tersebut juga mengecam pandangan ayah Mamdani, Mahmood, yang menulis bahwa serangan 9/11 perlu dipahami sebagai kekerasan politik modern, bukan sebagai tindakan barbarisme.
Di tengah kontroversi, Mamdani membela posisinya, menyebut petisi tersebut sebagai upaya untuk menghalangi kehadirannya di acara penting tersebut. Ia menegaskan niatnya untuk tetap hadir dan merayakan peringatan kejadian tragis yang menyentuh banyak orang. Kejadian ini menciptakan ketegangan yang memperlihatkan sentimen yang berkembang terkait Islamofobia di masyarakat.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/08/mamdani-diminta-tak-hadiri-peringatan-serangan-11-september-ada-apa-gerangan-urk.jpg)