Site icon meritagehighlands.com

Legislator Desak Integrasi Data Bansos Antisipasi Inflasi

[original_title]

Meritagehighlands.com – Penyaluran bantuan sosial (bansos) di tengah inflasi menjadi perhatian serius anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina. Ia mengungkapkan bahwa masalah integrasi data penerima bansos masih menjadi tantangan besar, yang dapat menghambat efektivitas bantuan tersebut.

Selly mencatat pentingnya proses verifikasi data penerima dilakukan secara simultan dengan penyaluran bansos. Dalam sebuah pernyataan, ia menegaskan, “Verifikasi data penerima oleh Kementerian Sosial harus terintegrasi dengan proses penyaluran untuk memastikan keakuratan bantuan.” Ia juga menyoroti bahwa ada kekhawatiran bahwa alokasi bansos tidak tepat sasaran, mengingat ada kenaikan terkait tingkat kesejahteraan yang belum terukur dengan baik.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf telah merencanakan penyaluran bansos untuk menjaga daya beli masyarakat. Meskipun demikian, Selly menilai bahwa proses tersebut wajib dipastikan tidak hanya efisien, tetapi juga transparan untuk menghindari praktik spekulasi yang merugikan.

Lebih jauh, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menekankan perlunya penguatan peran Kementerian Sosial, baik di pusat maupun lapangan. Dia menginginkan agar integritas dan akurasi data terus dipantau untuk mencegah penyaluran bansos kepada pihak-pihak yang tidak berhak.

Selly juga mengungkapkan pentingnya merumuskan kebijakan mitigasional dalam distribusi bansos, agar dapat menjangkau masyarakat yang paling terdampak. Dalam hal ini, partisipasi publik dalam pembaruan data penerima menjadi sangat krusial.

Di sisi lain, Selly mengungkapkan bahwa masih banyak persoalan administratif yang menghalangi akses penerima bansos, seperti ketidaksinkronan data perbankan. Ia menegaskan, “Bansos harus dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat tanpa hambatan.”

Dalam upaya memperbaiki tata kelola bansos, Selly mendorong keterlibatan aparat penegak hukum guna meningkatkan pengawasan dan menghindari penyimpangan.

Exit mobile version