Meritagehighlands.com – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengkritik pernyataan Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, yang mengusulkan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) di tengah krisis energi global. Misbakhun menilai, pernyataan JK menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap data terkini mengenai kondisi fiskal dan APBN Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers pada Kamis (9/4/2026).
Misbakhun menjelaskan bahwa data yang disampaikan JK terkesan tidak mutakhir, dan tidak seharusnya digunakan untuk memperkeruh situasi masyarakat Indonesia, terutama terkait potensi kenaikan harga BBM. Ia menegaskan bahwa pemerintah, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, telah melakukan perhitungan yang cermat dan memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir 2026, meskipun asumsi harga minyak dunia diperkirakan mencapai USD 100 per barel.
Lebih lanjut, Misbakhun menyebutkan bahwa stok pangan nasional yang disimpan di gudang Bulog mencapai 4,4 juta ton, merupakan yang tertinggi dalam sejarah. Ia mengkhawatirkan jika analisa yang tidak akurat dari JK dijadikan dasar untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.
Misbakhun juga mengingatkan agar JK lebih bijaksana dalam berpendapat, terutama dalam menghadapi situasi sulit ini. Ia berharap, tokoh-tokoh bangsa dapat bersatu dengan pemerintah untuk menjaga persatuan nasional dan menciptakan narasi yang sejuk di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya memastikan situasi sosial politik tetap kondusif, sehingga masyarakat dapat melaksanakan aktivitasnya dengan tenang tanpa terpengaruh isu-isu mengenai kenaikan harga BBM.