Meritagehighlands.com – Kerusakan lingkungan di Jawa Barat telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, dengan meluasnya lahan kritis di berbagai daerah. Menurut Ketua Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS), M Taufan Suranto, kondisi ini sangat terlihat di lokasi-lokasi seperti Pangalengan, Cisanti, Cikembang, Puncak Gede, serta di wilayah Bandung Barat dan Kabupaten Bandung.
Degradasi lahan terjadi akibat alih fungsi lahan yang tidak terkendali dan lemahnya upaya rehabilitasi hutan. Hal ini menyebabkan meningkatnya risiko bencana seperti longsor, banjir, dan kekeringan di sejumlah daerah. Fenomena ini terutama dirasakan di area Bandung Raya, yang berfungsi sebagai jembatan antara wilayah utara dan selatan. Pembangunan properti dan destinasi wisata di kawasan Bandung Utara mengubah bentang alam yang sebelumnya berfungsi sebagai daerah resapan air.
Situasi semakin diperparah oleh kurangnya perhatian terhadap daya dukung lingkungan dalam pemanfaatan lahan di wilayah selatan. M Taufan Suranto menegaskan perlunya langkah konkret untuk memulihkan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) guna mengatasi ancaman bencana tersebut.
Dia berharap upaya pemulihan hutan bisa dilakukan secara maksimal untuk menekan risiko bencana yang semakin meningkat. Dalam pandangannya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman. Proses rehabilitasi tidak hanya penting untuk menyelamatkan ekosistem, tetapi juga untuk melindungi kehidupan masyarakat yang terancam oleh bencana yang dampaknya semakin sering terjadi.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/04/ketua-dpklts-dorong-pemulihan-hutan-dan-das-demi-tekan-risiko-bencana-di-jabar-pyb.jpeg)