Meritagehighlands.com – Kelompok neo-Nazi yang berbasis di Australia, Jaringan Sosialis Nasional (NSN), mengumumkan pembubaran mereka pada Selasa sebagai respons terhadap undang-undang baru mengenai ujaran kebencian yang diusulkan pemerintah federal. Langkah ini diambil setelah serangan teror yang terjadi di Pantai Bondi pada 14 Desember, yang mengakibatkan 15 orang tewas.
Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan di media sosial, NSN menyatakan bahwa mereka akan menghentikan seluruh kegiatannya paling lambat 18 Januari mendatang, sehari sebelum parlemen federal dijadwalkan kembali bersidang untuk membahas legislasi tersebut. Undang-undang yang diusulkan memberi pemerintah izin untuk lebih mudah menetapkan organisasi tertentu sebagai kelompok ujaran kebencian terlarang.
Ketika kelompok ditetapkan sebagai terlarang, menjadi anggota organisasi tersebut atau melakukan aktivitas yang berhubungan dengan mereka dapat dianggap sebagai tindak pidana dengan ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun. NSN mengemukakan bahwa mereka tidak melihat adanya kemungkinan untuk menghindari pelarangan yang akan diberlakukan oleh undang-undang baru ini.
“Pembubaran ini dilakukan untuk menghindari mantan anggota kelompok kami dari kemungkinan penangkapan dan tuntutan hukum,” tulis NSN dalam pernyataan tersebut. Tindakan ini mencerminkan perubahan yang semakin ketat dalam penanganan kelompok ekstremis di Australia, terutama setelah insiden tragis di Bondi. Reaksi ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberantas ujaran kebencian dan mengamankan masyarakat dari ancaman ideologi ekstrem.
Dengan langkah ini, diharapkan situasi keamanan di Australia dapat meningkat, serta mencegah munculnya kembali aktivitas yang dapat mengancam koeksistensi sosial di negara tersebut.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/01/IMG_20201016_201450.jpg)