Meritagehighlands.com – Kapasitas pembangkit listrik tenaga surya dan bayu di China telah mencapai lebih dari 430 juta kilowatt pada tahun 2025, mencatat peningkatan 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data terbaru dari Administrasi Energi Nasional (NEA) China. Peningkatan ini menciptakan rekor baru dan mendorong total kapasitas kumulatif yang terhubung ke jaringan listrik menjadi 1,84 miliar kilowatt.
Kapasitas pembangkit listrik tenaga surya dan bayu kini menyumbang 47,3 persen dari keseluruhan kapasitas pembangkit listrik terpasang di China, yang berarti untuk pertama kalinya telah melampaui pembangkit listrik tenaga termal. Selain itu, pembangkit listrik dari sumber energi terbarukan ini diprediksi akan menyumbang sekitar 22 persen dari total output listrik nasional dalam tahun yang sama.
Liu Deshun, kepala insinyur NEA, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, China akan meningkatkan pengembangan industri penyimpanan energi baru sebagai upaya untuk mempercepat pembentukan sistem kelistrikan yang lebih modern. Rencana ini termasuk pembentukan sistem kelistrikan baru yang dapat mendukung proporsi signifikan energi terbarukan hingga tahun 2035. Pedoman ini dikeluarkan oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) pada November 2025 dan menjadi bagian penting dalam rencana pemanfaatan dan regulasi energi baru di China.
Dengan demikian, langkah-langkah ini menegaskan komitmen China untuk mempercepat transisi energi dan berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan, memperkuat posisi negara tersebut dalam pemanfaatan energi terbarukan di tingkat global.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/02/CjkinzN000031_20260212_CBMFN0A001.jpg)