Meritagehighlands.com – Pesantren Mahasiswa Universitas Darunnajah berperan penting dalam mendidik generasi dengan karakter yang kuat. Pada 22 Oktober lalu, peringatan Hari Santri mengambil tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema ini mengajak kita untuk mempertanyakan bagaimana membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter. Muhammad Wisnu Bilqisth, pembimbing di pesantren tersebut, mengungkapkan bahwa jawabannya terletak pada pengalaman sehari-hari di lingkungan pesantren mahasiswa.
Secara umum, kampus-kampus fokus pada transfer ilmu melalui perkuliahan, di mana mahasiswa datang, mendengarkan, dan kemudian pulang. Namun, urusan pembentukan karakter seperti disiplin dan manajemen waktu sering kali diabaikan. Di sinilah pesantren mahasiswa berfungsi untuk mengisi kekosongan ini dengan pendekatan yang holistik.
Pesantren ini menerapkan konsep kurikulum tersembunyi, atau hidden curriculum, yang mencakup nilai-nilai yang dipelajari melalui pengalaman sehari-hari. Dari bangun tidur hingga tidur kembali, seluruh kegiatan diatur untuk membentuk karakter mahasantri. Kegiatan seperti qiyamul lail dan salat Subuh berjamaah melatih disiplin, sementara aktivitas bersama dalam asrama mengajarkan tanggung jawab dan empati. Halaqah dan kajian juga berperan dalam menanamkan adab kepada ilmu dan guru, dan jadwal yang teratur membantu dalam manajemen diri.
Dengan memberikan pendidikan yang menyeluruh dari aspek akademis hingga karakter, pesantren ini diharapkan dapat menciptakan generasi yang mampu bersaing dan membawa perubahan positif bagi bangsa. Inisiatif ini adalah upaya nyata dalam mempersiapkan santri untuk berkontribusi pada masa depan Indonesia.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/10/dari-bangun-sampai-tidur-lagi-kampus-kedua-itu-bernama-pesma-wlx.jpg)