Meritagehighlands.com – Iran sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk mencabut larangan memiliki senjata nuklir di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS). Debat internal mengenai kebijakan ini muncul seiring dengan situasi yang semakin memanas, terutama jika potensi perang kembali terjadi.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai perubahan dalam doktrin nuklir negara tersebut. Dalam wawancara yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah pada hari Sabtu, Rezaei menjelaskan, “Pertanyaan ini telah muncul: jika perang kembali pecah, apakah kami ingin mempertahankan doktrin sebelumnya atau tidak?” Dia menekankan bahwa perdebatan ini masih dilakukan di dalam tubuh pemerintahan dan belum ada perubahan kebijakan yang resmi.
Rezaei, yang sebelumnya menjabat sebagai komandan Korps Garda Revolusi Islam, kaitkan isu ini dengan sentimen masyarakat Iran. Dia menyatakan, “Bangsa Iran memiliki tuntutannya sendiri,” dan menunjukkan bahwa publik merasa khawatir dengan serangan yang menargetkan fasilitas nuklir mereka. Masyarakat bertanya mengapa serangan terhadap fasilitas tersebut bisa terjadi, meskipun Iran telah bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan memberikan akses bagi para inspektornya.
Sebagai penutup, situasi ini mencerminkan ketegangan yang terus meningkat dalam hubungan Iran-AS, serta perlunya perhatian terhadap keamanan nasional Iran. Masyarakat kini mengharapkan kejelasan dari pemerintah mengenai arah kebijakan nuklir di tengah ancaman eksternal.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/11/iran-isyaratkan-bisa-cabut-larangan-senjata-nuklir-di-tengah-permusuhan-dengan-as-yel.jpg)