Meritagehighlands.com – Penelitian terbaru mengungkapkan cara baru untuk mempertahankan kesegaran buah-buahan selama pengiriman jauh dengan memanfaatkan tanah liat. Buah-buahan seringkali menempuh perjalanan ribuan kilometer sebelum sampai ke konsumen, dan banyak yang mengalami kerusakan akibat gas etilen yang dihasilkan saat proses pematangan. Gas ini, yang terperangkap dalam kemasan saat pengiriman, mempercepat pembusukan, menyebabkan jutaan ton hasil pertanian hilang setiap tahunnya.
Para peneliti dari Universitas Kopenhagen, yang dipimpin oleh Profesor Heloisa Bordallo, menemukan bahwa tanah liat biasa dapat digunakan untuk memperlambat proses pematangan buah. Dalam penelitiannya, tim mengembangkan metode sederhana untuk merekayasa tanah liat agar dapat menangkap gas etilen. Materi ini dipilih karena sifatnya yang alami, murah, dan tidak beracun, serta mudah diakses.
Selama eksperimen, tanah liat dalam bentuk alaminya tidak efektif dalam menyerap gas etilen. Namun, setelah perlakuan kimia ringan yang meningkatkan struktur mikroskopis tanah liat, kemampuan penyerapannya meningkat secara signifikan. “Pemikiran kami adalah memodifikasi tanah liat untuk menangkap gas tersebut sehingga memperlambat pematangan,” jelas Bordallo.
Dengan inovasi ini, diharapkan industri logistik pangan dapat mengurangi kerugian pascapanen dan memberikan buah yang lebih segar kepada konsumen. Potensi yang ditawarkan oleh tanah liat ini menjanjikan solusi lebih baik bagi masalah limbah makanan yang terus meningkat. Pengembangan lebih lanjut dalam bidang ini berpotensi mengubah cara produk pangan konservasi dan distribusi di masa depan.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/06/1782421214_16ccb1004eaf317f0e12.jpg)