Meritagehighlands.com – Mira, seorang ibu dari Bogor, harus menghadapi kenyataan pahit saat putranya yang berusia sembilan tahun didiagnosis dengan diabetes tipe 1. Diagnosis ini menuntutnya untuk mengubah keseluruhan rutinitas keluarganya, terutama dalam hal perawatan dan pemantauan kesehatan sang anak. Dengan setiap harinya harus menjalani tes darah, Mira merasa tertekan dan berusaha mencari solusi yang lebih manusiawi untuk mengurangi rasa sakit yang dialami putranya.
Untuk itu, ia memutuskan untuk mengimpor alat pemantau gula darah tanpa rasa sakit yang bernama ‘Dexcom’ dari Korea. Harapannya, alat ini dapat memberikan kemudahan dalam memantau kadar gula darah putranya. Namun, usaha Mira tidak berjalan mulus. Ia justru menghadapi masalah hukum terkait tuduhan impor ilegal, yang tentu saja menambah beban mental dan emosionalnya sebagai seorang ibu.
Dalam proses pencariannya, Mira juga melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat dan pemerintah. Ia berharap dengan berbagi pengalaman, kasus serupa tidak terulang dan anak-anak penderita diabetes dapat memiliki akses yang lebih baik terhadap alat pemantau yang aman dan efektif.
Di tengah tantangan ini, Mira menekankan pentingnya dukungan dari keluarga, teman, dan masyarakat. Tidak hanya untuk anak-anak penderita diabetes, tetapi juga bagi orang tua yang berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi buah hati mereka. Lewat kisahnya, Mira ingin mengajak semua orang untuk lebih memahami kondisi diabetes dan pentingnya penanganan yang tepat agar anak-anak dapat menjalani hidup yang lebih baik.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/02/22SUGAR-22-KISAH-PERJUANGAN-IBU-DARI-BOCAH-PENDERITA-DIABETES.jpg)