Meritagehighlands.com – Kelompok Houthi di Yaman baru-baru ini meluncurkan serangan langsung ke Israel untuk pertama kalinya, yang terjadi setelah dimulainya operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Serangan ini mengindikasikan peningkatan ketegangan di kawasan, di mana konflik yang telah berkepanjangan ini telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang ekonomi global.
Pada hari Sabtu, 28 Maret, Houthi meluncurkan dua serangan rudal dan drone dalam waktu kurang dari 24 jam. Meskipun militer Israel mengklaim mampu mencegat seluruh serangan tersebut, Houthi menegaskan komitmen mereka untuk meneruskan operasi sebagai dukungan terhadap perjuangan di Palestina dan wilayah lainnya seperti Libanon dan Irak. Sebelumnya, peran Houthi dalam konflik ini relatif terbatas, meskipun mereka terlibat dalam serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah yang sempat mengganggu jalur perdagangan internasional.
Keterlibatan Houthi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan global, khususnya terkait dengan lalu lintas energi di Selat Hormuz. Sumber-sumber di kawasan memperkirakan bahwa Houthi akan berupaya mengganggu Selat Bab al-Mandeb, sebuah jalur penting bagi perdagangan global. Jurnalis dari Al Jazeera mengungkapkan bahwa tindakan ini bertujuan untuk memberikan dampak ekonomi kepada Israel dengan menciptakan ketidakstabilan dalam jalur perdagangan mereka.
Kekhawatiran akan meluasnya konflik semakin meningkat, terutama setelah serangan udara yang dilakukan oleh AS dan Israel berlanjut di lokasi-lokasi strategis di Iran, termasuk fasilitas penelitian senjata. Di Iran, jumlah korban jiwa akibat serangan tersebut telah mencapai hampir 2.000, termasuk anak-anak. Sementara di Libanon, konflik yang berlanjut telah mengakibatkan lebih dari seribu kematian. Dalam situasi yang semakin meruncing ini, upaya diplomatik terus dilakukan untuk meredakan ketegangan antara pihak-pihak yang terlibat.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/03/1774769641_eb2adc7b8063a685c9aa.png)