Meritagehighlands.com – Penguatan literasi finansial di kalangan generasi muda menjadi fokus penting mengingat meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital. Hal tersebut disampaikan dalam talkshow edukasi keuangan bertajuk “Money Moves: Cara Cerdas Kelola Keuangan di Era Digital” yang berlangsung pada 21 Mei lalu di Ruang Serbaguna Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas), Makassar. Kegiatan ini diorganisir oleh BantuSaku bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sejumlah perusahaan fintech.
Sekitar 150 mahasiswa dari program sarjana dan pascasarjana terlibat dalam acara ini, di mana mereka mendapatkan informasi mengenai pengelolaan keuangan pribadi, penggunaan layanan pinjaman yang legal, dan cara-cara memanfaatkan akses pembiayaan digital secara bijak. Diskusi ini menyoroti pentingnya pemahaman finansial bagi mahasiswa, yang berada dalam fase transisi menuju kemandirian ekonomi.
CEO BantuSaku, Arnoldyth Rodes Medo, menekankan bahwa mahasiswa adalah generasi yang akrab dengan teknologi dan layanan keuangan digital. Oleh karena itu, pengetahuan tentang pengelolaan keuangan menjadi krusial untuk mengambil keputusan finansial yang tepat. Ia menyatakan, “Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat memanfaatkan layanan pembiayaan digital secara bertanggung jawab.”
Dalam konteks ini, edukasi mengenai perbedaan antara layanan pinjaman legal dan ilegal juga ditekankan, mengingat pertumbuhan industri fintech lending. Edukasi ini penting untuk membangun ekosistem keuangan digital yang sehat dan berkelanjutan.
Penguatan inklusi keuangan melalui kolaborasi antara regulator, industri, dan perguruan tinggi diharapkan mampu menjangkau lebih banyak generasi muda. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Dekan FEB Unhas dan perwakilan OJK, yang bersama-sama menyuarakan pentingnya edukasi finansial dalam era digital.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/05/1779566099_a9bfeccd3cac69191fb7-scaled.jpg)