Meritagehighlands.com – Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) sedang menjajaki kemungkinan kerja sama dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) serta Regional Office for Southeast Asia and the Pacific dalam upaya memperkuat penegakan hukum. Dekan Fakultas Hukum Unhas, Hamzah Halim, menyampaikan hal tersebut setelah pertemuan di Bangkok, Thailand, pada Rabu.
Kerjasama dengan UNODC merupakan bagian dari strategi Unhas untuk memperluas jejaring akademik dan menyelaraskan kapasitas pendidikan dan penelitian hukum dengan kebutuhan aktual dalam penegakan hukum. Hamzah menekankan bahwa banyak peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan antara kedua institusi, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas.
Beberapa bentuk kerjasama yang ditawarkan Fakultas Hukum Unhas mencakup program magang mahasiswa, pelatihan profesional, penelitian bersama, seminar, serta pertukaran akademik. Keberadaan ahli dari UNODC dalam kegiatan akademik di Unhas juga menjadi fokus pembahasan, baik sebagai dosen tamu maupun pembicara dalam pelatihan.
Unhas juga memperkenalkan dua pusat riset, yaitu Research Center for Prosecution dan Research Center for Police Forces, yang bertujuan untuk mendukung pengembangan kajian di bidang penuntutan dan kepolisian. Hamzah berharap kolaborasi ini tidak hanya menjalin hubungan kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan lembaga penegak hukum.
Untuk tindak lanjut, Fakultas Hukum Unhas mengundang tim UNODC untuk mengunjungi Makassar guna mendiskusikan prioritas kerja sama lebih lanjut. UNODC adalah organisasi PBB yang memiliki misi untuk membantu negara-negara dalam mengatasi masalah narkotika, kejahatan, dan terorisme, serta berbagai isu terkait kejahatan terorganisasi dan sistem peradilan pidana.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260916-WA0026.jpg)