Meritagehighlands.com – Peristiwa longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, pada Minggu (8/3/2026), merenggut nyawa empat orang dan menyebabkan dua orang lainnya selamat. Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengekspresikan duka cita yang mendalam terhadap tragedi ini, yang dianggapnya sebagai peringatan serius akan kondisi di sektor pengelolaan sampah di Jakarta.
Tragedi ini menunjukkan betapa pentingnya sistem pengelolaan sampah yang efektif, terutama mengingat TPST Bantargebang menampung volume sampah yang sangat besar setiap harinya. Kenneth menekankan, tanpa adanya penataan dan sistem yang lebih modern, potensi bencana lain seperti kebakaran dan pencemaran lingkungan akan mengancam keselamatan pekerja serta masyarakat sekitar.
Ia mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera melakukan investigasi menyeluruh mengenai penyebab longsor ini. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan dan keamanan di Bantargebang dinilai sangat penting, dengan tujuan agar keselamatan manusia menjadi prioritas utama.
Lebih jauh, Kenneth mengajak pemerintah untuk melakukan reformasi dalam sistem pengelolaan sampah, dengan mengurangi ketergantungan terhadap metode penumpukan. Ia mengusulkan langkah-langkah strategis, seperti pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan pengembangan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengkonfirmasi bahwa enam korban berhasil ditemukan, dua di antaranya selamat. Data terakhir menunjukkan bahwa empat orang, termasuk Enda Widayanti (25) dan Sumine (60), meninggal dunia akibat insiden tersebut. Kenneth menekankan harapannya agar kejadian ini mendorong reformasi dalam pengelolaan sampah di Jakarta demi meningkatkan keselamatan dan keberlanjutan.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/03/anggota-dprd-dki-jakarta-hardiyanto-kenneth-1773037786566.jpeg)