Site icon meritagehighlands.com

Dubes: Negosiasi Penting Agar Kapal RI Aman di Selat Hormuz

[original_title]

Meritagehighlands.com – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan bahwa kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz masih memerlukan tahap negosiasi dengan pihak berwenang Iran. Hal ini disebabkan oleh ketegangan yang masih berlangsung di kawasan tersebut. Dalam pernyataannya, Dubes Boroujerdi menegaskan bahwa situasi dinamis akibat konflik militer mengharuskan negara-negara yang kapalnya terdampak untuk mematuhi protokol yang ditetapkan oleh otoritas militer Iran.

Ia menjelaskan, dalam kondisi perang, ada sejumlah protokol yang harus diikuti oleh kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz, termasuk melakukan negosiasi dengan pihak keamanan Iran. Pada kesempatan tersebut, Dubes menekankan bahwa semua negara yang terkena dampak harus terlibat dalam proses negosiasi ini.

Sebelumnya, pada 9 April, menjelang dialog antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan rute maritim alternatif di Selat Hormuz, karena risiko ranjau laut yang masih ada. Hingga 10 April, Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka akibat ranjau yang belum terdeteksi. Menurut Boroujerdi, penghapusan ranjau laut merupakan hal yang jauh lebih rumit dibandingkan dengan penempatannya, mengingat kedua negara tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk membersihkan ranjau secara cepat.

Terkait kapal tanker milik Pertamina yang masih terjebak di Selat Hormuz, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan bahwa telah ada tanggapan positif dari pemerintah Iran untuk memastikan kapal tersebut dapat melintas dengan aman. Namun, waktu pasti untuk keluar dari Selat Hormuz masih belum dapat dipastikan, sementara dua kapal tanker yang beroperasi untuk Pertamina saat ini terdeteksi berada di wilayah Teluk Persia.

Exit mobile version