Site icon meritagehighlands.com

Dampak Remitansi PMI Perempuan Dinilai dari Sudut Pandang Gender

[original_title]

Meritagehighlands.com – Perspektif gender dalam remitansi pekerja migran Indonesia (PMI) sangat penting untuk memahami dampaknya, terutama karena mayoritas pekerja yang ditempatkan di luar negeri adalah perempuan. Angelique Timmer, Direktur Regional Women’s World Banking untuk Asia Tenggara, menekankan bahwa pengukuran dampak remitansi tidak hanya berdasarkan jumlah uang yang dikirimkan, tetapi juga pada suara dan kendali perempuan dalam pemanfaatannya.

Dalam acara penandatanganan kerja sama kajian dampak remitansi dan pengembangan Indonesia Remittance Development Index (IRDI) di Jakarta, Timmer mengungkapkan bahwa sekitar 63,13 persen dari 296.948 calon PMI yang mendapatkan layanan penempatan adalah perempuan, menurut data Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Ia menekankan bahwa efektivitas remitansi juga bergantung pada pengelolaan dana, siapa yang terlibat dalam membuat keputusan, dan sejauh mana penghasilan PMI membantu ketahanan ekonomi jangka panjang bagi perempuan dan keluarga mereka.

Hingga saat ini, belum ada kerangka pengukuran yang komprehensif untuk mengevaluasi bagaimana remitansi mempengaruhi kesejahteraan PMI dan pembangunan ekonomi lokal. Untuk itu, Women’s World Banking bekerja sama dengan KP2MI untuk melakukan kajian yang tidak hanya melihat penggunaan dana untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga potensi untuk membangun aset, membiayai pendidikan dan kesehatan, serta mendukung kegiatan ekonomi produktif.

Dia berharap hasil kajian ini dapat memberikan masukan bagi pengembangan kebijakan yang lebih tepat guna, terutama untuk memenuhi kebutuhan perempuan PMI. Dengan pendekatan yang lebih holistik ini, diharapkan manfaat remitansi dapat dipahami lebih mendalam, membantu meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat di daerah asal para PMI.

Exit mobile version