Meritagehighlands.com – Situasi keamanan peladen PHP di Indonesia mengkhawatirkan, dengan tujuh dari sepuluh peladen yang tidak menerima pembaruan resmi. Temuan ini terungkap dalam pemindaian yang dilakukan oleh PT Vaksincom, yang menunjukkan bahwa hanya 226 dari total 99.896 versi PHP yang ada di Indonesia yang telah ditambal terhadap celah keamanan berbahaya yang dikenal sebagai PHP2Shell. Celah ini memungkinkan penyerang untuk mengambil alih peladen secara penuh tanpa perlu login, menimbulkan risiko besar bagi data dan sistem yang ada.
Pemindaian yang dilakukan hingga 23 Oktober 2026 itu mengidentifikasi berbagai kelemahan dalam sistem, dengan dua celah spesifik yang terdaftar sebagai CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619, keduanya memiliki skor keparahan CVSS 9,2 yang menunjukkan potensi kerusakan yang sangat tinggi. Sebanyak 89.193 host PHP aktif terdeteksi, namun mayoritas masih menggunakan versi yang sudah tidak didukung lagi.
Dari keseluruhan, sebanyak 69.546 kecocokan, atau 69,6 persen, menjalankan PHP berstatus end of life (EOL), yang berarti sistem tersebut tidak menerima pembaruan keamanan resmi. Sementara itu, 30.124 kecocokan lainnya menggunakan versi yang masih didukung, tetapi juga belum mendapatkan tambalan yang diperlukan. Hanya ada 886 host yang teridentifikasi menggunakan web application firewall (WAF), yang dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan.
Dengan tingginya potensi risiko ini, langkah-langkah mendesak diperlukan untuk memastikan keamanan data dan sistem pemerintah maupun swasta di Indonesia. Pemerintah dan penyedia layanan perlu berkolaborasi untuk memperbarui sistem yang rentan agar terhindar dari serangan yang dapat merugikan.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/10/kiamat-php2shell-cuma-02-persen-server-ri-aman-97-persen-web-pemerintah-terancam-bobol-ujq.jpg)