Meritagehighlands.com – Pengembangan kopi sebagai komoditas unggulan berbasis riset kini mendapat dukungan dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Hal ini terungkap dalam forum Ngolah Pikir dan Inspirasi (Ngopi) yang berlangsung di Lapangan Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, pada hari Sabtu. Acara ini dihadiri oleh petani, pelaku usaha kopi lokal, akademisi, dan perwakilan pemerintah yang berdiskusi terkait potensi pengembangan kopi.
Kepala BRIDA Tulungagung, Wahiyd Masrur, menjelaskan bahwa pengembangan kopi tidak hanya berfungsi meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menjaga pelestarian kawasan hutan. Tanaman kopi dapat tumbuh tanpa merusak tutupan vegetasi yang ada. Menurutnya, kopi memiliki potensi untuk memperkuat aspek ekonomi, sosial, serta kelestarian lingkungan.
Wilayah Tulungagung seperti Kecamatan Pagerwojo, Sendang, dan Gondang, disebut memiliki potensi pemuliaan kopi yang cukup besar. BRIDA berkomitmen untuk menyediakan data riset yang diperlukan sebagai dasar pembuatan kebijakan dan pengembangan produk kopi lokal.
Dalam forum tersebut, petani kopi seperti Badi, yang telah mengembangkan budidaya kopi arabika sejak 2018, membagikan pengalamannya. Badi menanam sekitar 4.000 pohon kopi dan telah mengolah hasil panennya menjadi produk bernilai tambah, yaitu kopi sangrai dengan merek Kopi Mbah Badi. Ia menekankan bahwa usaha ini telah menjadi sumber pendapatan utama bagi keluarganya.
BRIDA berharap kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha akan mempercepat pengembangan kopi khas Tulungagung, sehingga meningkatkan daya saing dan kesejahteraan petani di kawasan pegunungan.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/08/445457.jpg)