Meritagehighlands.com – Pembatalan sejumlah penerbangan di Bandara Melalan, Kabupaten Kutai Barat, menjadi sorotan utama akibat kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Melalan, Bernard Repelita Purba, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil demi keselamatan penerbangan, sesuai prinsip “safety first”.
Sejak 1 hingga 5 September 2026, operasional bandara dihentikan total karena jarak pandang dikabarkan turun di bawah satu kilometer. Kondisi ini memaksa maskapai seperti Wings Air dan Smart Aviation untuk membatalkan penerbangan hingga minggu depan, kecuali hujan turun. Bernard menambahkan bahwa penerbangan sewaan menggunakan helikopter oleh PT Bayan juga ikut dibatalkan.
Kondisi jarak pandang yang memburuk ini berpotensi mengganggu prosedur penerbangan, khususnya pada tahapan pendekatan dan pendaratan. Bandara Melalan biasanya melayani sekitar 60 penumpang per hari dengan tingkat okupansi mencapai lebih dari 80 persen, atau sekitar 1.800 penumpang per bulan.
Otoritas bandara menegaskan bahwa keputusan untuk melanjutkan penerbangan akan ditentukan setelah seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi. Tak hanya di Kutai Barat, dampak kabut asap ini juga menyebabkan operasional bandara kelas 3 di lokasi lain, seperti Muara Teweh, terhenti selama lebih dari seminggu. Namun, bandara-bandar kelas lebih tinggi di Kalimantan Timur seperti yang ada di Balikpapan dan Samarinda masih beroperasi dengan normal.
Kepala Dinas Perhubungan juga mengungkapkan bahwa pemantauan terhadap perkembangan cuaca dan jarak pandang akan dilakukan secara terus-menerus untuk memastikan keselamatan penerbangan.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/09/1001957253.jpg)