Site icon meritagehighlands.com

Bahlil Beri Kesempatan Impor Etanol AS untuk Campuran BBM

[original_title]

Meritagehighlands.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan percepatan program mandatori pencampuran bioetanol dalam bahan bakar minyak (BBM) yang akan dimulai pada 2028. Dalam konferensi pers virtual pada Jumat malam (20/2/2026) dari Amerika Serikat, Bahlil menyampaikan bahwa program ini akan diawali dengan mencampur 5% bioetanol (E5) dalam BBM, meningkat menjadi E10 pada 2030, dan mencapai E20 tergantung kesiapan nasional.

Pemerintah, menurut Bahlil, bertujuan untuk menciptakan peluang usaha baru di sektor pertanian dan industri pengolahan. Komoditas seperti tebu, singkong, dan jagung dianggap memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan industri bioetanol di tanah air. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa kapasitas produksi bioetanol saat ini masih belum memadai untuk memenuhi kebutuhan mandatori hingga tahun-tahun mendatang.

Dalam hal ini, pemerintah membuka kemungkinan impor etanol dari luar negeri, termasuk dari Amerika Serikat, untuk memenuhi kebutuhan sementara. Bahlil menyatakan bahwa langkah tersebut akan dilakukan dengan cermat dan proporsional sesuai dengan kebutuhan, hingga produksi dalam negeri mampu memenuhi permintaan.

Pemerintah juga sedang mempersiapkan strategi untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional agar industri bioetanol dapat berkembang secara berkelanjutan, dengan harapan pada jangka panjang dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar negeri. Kebijakan ini tidak hanya mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih, tetapi diharapkan juga dapat memberdayakan ekonomi lokal dengan menciptakan lapangan kerja baru.

Exit mobile version