Meritagehighlands.com – Spons cuci piring, yang menjadi alat umum dalam proses pencucian peralatan dapur, ternyata memiliki risiko kesehatan jika digunakan dalam kondisi yang sudah rusak. Hal ini disampaikan oleh Bang Sap, seorang influencer sekaligus praktisi bisnis lingkungan, melalui unggahan di akun Instagramnya. Ia menekankan bahwa saat spons yang telah usang digunakan untuk mencuci piring, jutaan partikel mikroplastik dapat menempel pada peralatan makan.
Dalam penjelasannya, Bang Sap menyebutkan bahwa spons terbuat dari busa poliuretan, dan setiap kali bergesekan dengan permukaan piring, serat-serat spons dapat menjebol menjadi serpihan halus bernama mikroplastik. Partikel-parikel ini tidak terlihat oleh mata telanjang, tetapi jumlahnya yang besar dapat memiliki dampak serius bagi kesehatan. Saat spons dalam keadaan rusak, tingkat pelepasan mikroplastik justru meningkat, berpotensi memicu masalah kesehatan jika tertelan.
Bang Sap mengingatkan untuk tidak meremehkan penggunaan spons yang sudah halus, kasar, atau memiliki bagian yang hancur. Menurutnya, spons yang sudah tua dan sering digunakan lebih banyak memberikan bahaya. Agar menjaga kesehatan diri, masyarakat diimbau untuk secara rutin mengganti spons dengan yang baru. Hal ini penting untuk menghindari kontaminasi makanan dan menjaga kebersihan saat mencuci peralatan dapur.
Penggunaan spons cuci piring yang layak dan aman sangat penting untuk menjamin kesehatan konsumen. Dengan meningkatkan kesadaran akan risiko yang ditimbulkan dari penggunaan spons yang tidak layak, diharapkan masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam memilih alat bantu untuk kebersihan dapur.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/06/spons_cuci_piring-NzEj_large.jpg)