Meritagehighlands.com – Amerika Serikat (AS) memperkuat sistem pertahanan udara di lima negara sekutunya di Timur Tengah sebagai langkah persiapan menghadapi potensi aksi militer terhadap Iran. Langkah ini diambil menjelang kemungkinan pembalasan yang dapat dilakukan Iran jika serangan terjadi.
Menurut pejabat AS yang berbicara kepada media, Pentagon telah mengerahkan tambahan baterai Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan lebih banyak sistem pertahanan rudal Patriot ke lokasi-lokasi di Yordania, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar. Sistem THAAD berfungsi untuk mencegat rudal balistik pada ketinggian tinggi, sedangkan baterai Patriot menawarkan perlindungan terhadap ancaman jarak dekat dan rendah.
Analis pertahanan menilai langkah ini signifikan, mengingat jumlah baterai THAAD yang beroperasi secara global sangat terbatas. Proses pemindahan sistem pertahanan seperti ini memerlukan dukungan logistik yang cukup besar.
Saat ini, Presiden AS tidak mengungkapkan keputusan pasti mengenai potensi operasi militer terhadap Iran. Namun, sejumlah pejabat menyatakan bahwa AS dapat melancarkan serangan terbatas menggunakan pasukan yang sudah berada di kawasan tersebut. Meskipun demikian, terjadinya kampanye militer yang lebih luas dapat memicu respons yang lebih besar dari Iran, sehingga meningkatkan kebutuhan akan pertahanan regional untuk melindungi personel serta mitra AS, termasuk Israel.
Di sisi lain, Angkatan Laut AS juga mengerahkan sejumlah kapal perusak rudal berpemandu di daerah strategis, termasuk Selat Hormuz dan Laut Merah. Kapal-kapal ini dirancang untuk menghadapi potensi ancaman udara, seperti rudal dan drone, yang dapat mengganggu stabilitas kawasan.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/02/sebelum-serang-iran-as-perkuat-pertahanan-udara-di-5-negara-sekutunya-cjx.jpg)