Meritagehighlands.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan ultimatum kepada Iran untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklir dalam waktu sepuluh hari. Jika Iran gagal memenuhi tuntutan tersebut, AS mengancam akan mengambil tindakan militer. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam pertemuan Dewan Perdamaian di Washington DC pada Kamis lalu, seperti yang dilaporkan sumber internasional.
Trump menegaskan pentingnya negosiasi yang berarti, menyatakan “Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir.” Ia menggarisbawahi bahwa meskipun telah ada beberapa pertemuan positif antara utusan khusus AS dan pejabat Iran, sejarah menunjukkan bahwa mencapai kesepakatan yang substansial tidaklah mudah. “Kita harus membuat kesepakatan yang berarti. Jika tidak, hal-hal buruk akan terjadi,” pungkasnya, menambahkan bahwa hasil negosiasi dapat dilihat dalam sepuluh hari ke depan.
Dalam beberapa hari terakhir, AS juga meningkatkan kekuatan militernya di kawasan Timur Tengah. Ini termasuk penempatan kelompok serang dari kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford, yang sedang dalam perjalanan menuju wilayah tersebut. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat posisi AS di tengah ketegangan yang meningkat.
Krisis ini muncul di tengah hubungan yang semakin memanas antara AS dan Iran. Fokus dunia kini tertuju pada bagaimana kedua belah pihak akan berupaya meredakan ketegangan dalam waktu singkat. Sementara itu, Trump menegaskan bahwa setiap langkah diambil untuk memastikan keamanan nasional AS dan mencegah potensi ancaman dari Iran. Situasi ini memicu perhatian global seiring dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap kemungkinan konflik bersenjata.
![[original_title]](https://meritagehighlands.com/wp-content/uploads/2026/02/trump-ultimatum-iran-buat-kesepakatan-dalam-10-hari-atau-as-ambil-tindakan-militer-mvq.jpg)