Site icon meritagehighlands.com

Rupiah Tembus Rekor Terlemah, Kurs Anjlok Hampir Rp17.000/US$

rupiah

20 January 2026 – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa 20 Januari 2026, mendekati level psikologis Rp17.000 per US$. Pergerakan ini terjadi di tengah tekanan sentimen pasar global dan kekhawatiran pelaku pasar terhadap arah kebijakan ekonomi domestik.

Rupiah diperdagangkan di pasar spot pada sekitar Rp16.900–Rp16.986 per dolar AS pagi ini, terus bergerak melemah dari level pekan lalu. Di pasar NDF offshore, ekspektasi nilai tukar bahkan sempat menembus Rp17.008 per dolar AS, menandakan tekanan lebih lanjut di pasar valuta asing luar negeri.

Pelemahan ini terjadi meski dolar AS secara global mengalami tren penurunan. Kekhawatiran investor terutama muncul dari dinamika kebijakan fiskal dan moneter Indonesia, termasuk persepsi risiko terhadap independensi bank sentral. Langkah pemerintah baru-baru ini memicu kekhawatiran pasar soal potensi intervensi politik dalam kebijakan moneter.

Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan kebijakan mendatang untuk menekan volatilitas nilai tukar. Pelaku pasar juga mencermati arus modal asing yang keluar dari surat utang pemerintah sebagai salah satu pemicu penguatan dolar terhadap rupiah.

Pelemahan kurs rupiah memiliki dampak nyata terhadap sektor industri yang sangat bergantung pada bahan baku impor, karena biaya produksi berpotensi meningkat akibat nilai tukar yang lebih tinggi. Analis ekonomi memperingatkan bahwa jika tren ini berlanjut, tekanan inflasi dan biaya produksi bisa semakin berat bagi pelaku usaha. Liputan6

Volatilitas nilai tukar rupiah menjadi fokus utama pemerhati ekonomi, terutama ketika pasar global menghadapi ketidakpastian geopolitik dan pergeseran arus modal. Pemerintah dan bank

Exit mobile version